Dzikir Doa Setelah Sholat Dhuha dan Artinya

Diposting pada

Doa setelah sholat dhuha sangat bermanfaat bagi umat islam. Dapat kita lihat pada hadits riwayat muslim 724 sampai 729, dhuha itu pengganti seluruh tasbih dari tubuh kita. Jadi ketika kita bangun dari tidur seharusnya seluruh sendi tubuh kita bertasbih kepada Allah. Maka dengan sholat dhuha dua rakaat lah yang dapat mengganti nilai tasbih yang ada di seluruh tubuh kita. Sholat dengan membaca surat dalam Al-Quran yang terkait dengan surat tasbih, misalnya dengan surat Al-A’La dan Al-Lahab atau yang lainya.

doa dhuha dan artinya

Sholat dhuha biasanya dapat di kerjakan pada waktu setelah sholat subuh sampai sebelum datangnya waktu sholat dzuhur. Kalau di jam indonesia rata-rata pada waktu pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00 siang beda daerah beda waktu tinggal menyesuaikan. Tapi ada saat waktu doa mustajab sholat dhuha untuk di kerjakan dan di anjurkan serta baik di lakukan yaitu pada waktu akhir dari waktu dhuha, saat matahari telah hampir mendekati waktu dzuhur.

Doa Sholat Dhuha Beserta Artinya

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”

Setelah melaksanakan sholat dhuha ada baiknya melanjutkan dengan berdzikir, Bacaan dzikir pendek meliputi Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar serta Sholawat Nabi Muhammad SAW. Adapun bacaan dzikir setelah sholat dhuha sebagai berikut :

للّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ

Allaahumma bika ushaawilu wa bika uhaawilu wa bika uqaathilu.

Artinya :

“Ya Allah denganMu aku menghadapi dan denganMu aku berusaha dan denganMu aku berperang.”

Maksud ‘denganMu aku menghadapi’ artinya dengan daya dan kekuatanMu aku melawan musuhku dan menolak siapa yang ingin menzhalimiku. Maksud dari ‘DenganMu aku berusaha’ adalah dengan daya dan kekuatanMu aku menghadapi segala urusanku.  Setelah itu bacalah dzikir di bawah ini kalau mampu sebanyak 100 kali, tapi kalau tidak bisa, cukup 40 kali saja.

رَب اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“ Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya innaka antat tawwaabur rahiim “

Artinya :

“ Ya Tuhanku, ampunilah dan sayangilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima Taubat dan Maha Penyayang “

Manfaat Utama Sholat Dhuha

Selain bersedekah untuk setiap ruas tulang badan kita pada saat bangun pagi, kita senantiasa berdzikir kepada Allah Sang Pencipta dan Pemberi Rahmat. Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda :

“ Dalam tubuh manusia itu terdapat 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha “

“Barang siapa yang shalat sunnah dhuha 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya istana di surga “
“ Barang siapa melakukan rutin setiap hari akan di sediakan pintu sendiri untuk memasuki surga, pintu surga tersebut bernama pintu dhuha. Masuk melalui pintu dhuha dengan rasa aman dan sentosa “

Selain Doa Setelah Sholat Dhuha anda dapat juga rutin melakukan shalat tahajud, Doa Shalat Tahajud sebagai berikut :

Doa Sholat Tahajud

اَللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُالسَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَاَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَاَعْلَمُ بِهِمِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS (QAYYAMUS[1]) SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKAL HAQQU, WA LIQAA’UKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WAL JANNATU HAQQUN, WANNAARU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA HAQQUN WASSAA’ATU HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU, WA ILAIKA ANABTU, WA BIKA KHAASHAMTU, WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QADDAMTU, WA MAA AKH-KHARTU, WA MAA ASRARTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHIMINNII. ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MU’AKHKHIRU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Keterangan : telah dikatan dari mujahid [2]: “Al Qayyuum artinya yang mengurusi segala sesuatu.” dan Umar berkata[3] : “membaca Al Qayyaam”, dan keduanya adalah benar.

Artinya :

“Wahai Allah, MilikMu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. MilikMu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. MilikMu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. MilikMu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar), janjiMu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataanMu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad s.a.w itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah, Hanya kepadaMu lah aku berserah diri, hanya kepadaMu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehganMu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepadaMu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”